DPRDSU: Kasus Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah di Nias “Berpangkal Tak Berujung”

19,Oktober, 2007

Medan (SIB)
Anggota DPRD Sumut Dapem (daerah pemilihan) Kabupaten Nias dan Nisel (Nias Selatan) Aliozisokhi Fau, SPd mengaku heran atas pengusutan sejumlah kasus dugaan korupsi senilai miliaran rupiah di Nias yang telah terungkap ke permukaan dan sudah pernah ditangani aparat penegak hukum ‘berpangkal tapi tak berujung’ alias tidak pernah memiliki status penuntasan yang jelas.
“Kita merasa heran, pada awalnya pengusutan sejumlah kasus dugaan korupsi di Pemkab Nias sangat ‘menggebu-gebu’, tapi akhirnya hilang tak berbekas di tengah jalan alias tidak pernah sampai ke pengadilan. Bahkan yang paling menyedihkan kasus yang sudah ditetapkan tersangkanyapun tidak jelas juntrungannya,” ujar Aliozisokhi Fau, SPd kepada wartawan, Rabu (17/10) di Medan.
Alio mencontohkan sejumlah kasus dugaan korupsi yang pernah terangkat ke permukaan, tapi hingga kini tidak jelas penuntasannya, seperti kasus dugaan korupsi dana PSDA (Provisi Sumber Daya Alam) sebesar Rp 2,3 miliar, kasus dugaan korupsi APBD Nias TA 2001 – 2002 senilai Rp 7,1 miliar yang diduga melibatkan sejumlah mantan anggota DPRD Nias.
“Kasus ini sudah ditangani Kejari Gunungsitoli sejak tahun 2004, tapi hingga saat ini tidak jelas statusnya, sehingga membingungkan dan menjadi tanda-tanya masyarakat,” ujar anggota FP Demokrat itu sembari menyatakan, pihaknya juga pernah melaporkan kasus dugaan korupsi ini ke Kejatisu pada tahun 2003, lengkap dengan bukti-buktinya, tapi hingga kini belum ada tindaklanjutnya.
Selain itu, jelas politisi muda ini, pihaknya juga pernah mengadukan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan mobil penerangan Dinas di Pemkab Nias TA 2001 senilai Rp 8 miliar lebih yang dilakukan tanpa tender ke Kejari dan Kejatisu. Kemudian pengaduan ditindaklanjuti lagi oleh LPM Gaksi ke Kejari Gunungsitoli pada tahun 2004.
Begitu juga dugaan korupsi dana NSRP (bantuan luar negeri) TA 2001 maupun dana bencana alam banjir bandang Lahusa tahun 2001 yang telah merugikan negara mencapai Rp 3,5 miliar, ujar Alio, Kejari Gunungsitoli telah menetapkan tersangkanya oknum pejabat teras Pemkab Nias, tapi anehnya hingga kini belum ada penyelesaiannya.
“Atas pengusutan kasus-kasus dugaan korupsi di Pemkab Nias yang terkesan misterius ini patut kita merasa heran dan aneh, sebab ada kasus yang sudah ditetapkan tersangkanya, seperti kasus dugaan korupsi dana PSDA maupun dana bencana Alam Lahusa, statusnya hingga kini tak jelas bagi masyarakat,” ujar Alio.
Namun demikian, Alio masih menunggu gebrakan Kejari Gunungsitoli yang baru Pak Gortap Marbun SH maupun Kejatisu yang baru untuk segera melimpahkan salah satu berkas kasus korupsi di Pemkab Nias ke Pengadilan Negeri untuk disidangkan, guna menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. (M10/r)

About these ads

12 Responses to “DPRDSU: Kasus Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah di Nias “Berpangkal Tak Berujung””

  1. Turman Telaumbanua Says:

    Memang benar, Pejabat di Nias Induk itu sangat licik ! Coba saja kita lihat apakah pemekaran benar-benar tulus hatinya. Rasa-rasanya sangat sulit dipercaya.

    Masyarakat Nias Barat, Nias Utara dan Kota Gunung Sitoli hati-hati dari Bina hati nanti kalian jadi sakit hati. Karena Binahati tak secara ikhlas mewujudkan Pemekaran, benar-benar Musang Berbulu Domba.

    Kawal terus proses pemekaran. bisa-bisa konconya Binahati dia suruh bikin gara-gara sehingga batal pemekaran.

  2. Bualanaso Lowolo Says:

    Baru tau ya…. Binahati itu otaknya Kotor. Minggu lalu waktu saya di Nias ada Demo Para CAMAT diwilayah calon Kabupaten Nias Utara keberatan kalau calon Ibukota berada di Lotu. Setelah 7 Camat Demo di DPRD mereka menuju ke Pendopo bersilahturahmi dengan Binahati Baeha.

    Wah… Penolakan para camat ini dapat mengancam proses pemekaran selanjutnya….. Heiiiiiiii Pejuang Pemekaran……… jangan biarkan itu terjadi.

    Apa yang dilakukan Pilar Nias Barat untuk masalah ini. Kalau tidak percaya silahkan saja telpon ke ketua DPRD Nias INGATI NAZARA Ponakannya Binahati Baeha.

  3. Simon Baeha Says:

    Makanya kita harus bersatu padu mengawasi gerak-gerik siapapun yang terlibat dalam proses pemekaran, Jangan mempercayakan nasib kita kepada orang lain.

    Semoga kita semua tidak akan kecewa.

  4. crusher cecurut Says:

    kalau mau mencari pangkal dari tindak korupsi…”?”, kalau ingin menyentuh ujungnya koruptor “?”…hanya satu kalimat yang dapat menghentikan korupsi…”mulailah dengan diri sendiri untuk tidak melakukan tindak korupsi” karena, mngkin saja kita berteriak-teriak anti koruptor, anti korupsi. Mungkin kita selalu “meng-anjingkan koruptor” tapi kita sendiri adalah koruptor?”apa pun bentuknya”. jadi, mari bersama-sama kita redam amarah amarah, saling sikut-menyikut. gak ada gunanya!, malah akan semakin membuat bangsa ini semakin merana. ingat bangsa kita sudah tua “sudah hampir 63 tahun kita merdeka”. seharusnya kita semua sudah dapat berpikir dewasa. Lakukan saja yang terbaik hari ini. itu saja sudah cukup.

  5. Ranto Niha Mbanua Says:

    Maaf Bapak-bapak/Ibu-ibu, Saya Ir.Mustika Ranto Gulo, terus terang saya akui bahwa saya belum bisa menjadi Ketua Umum Pilar Nias Barat, karena saya belum memiliki pengalaman berorganisasi, saya hanya modal semangat saja.
    Saya pikir sama memimpin PNB dengan perusahaan saya yang asal-asalan juga, dapat memerintahkan bawahan sesuka hati atau cara saya kalau mengatakan saya hamba tuhan, bisa nyuruh-nyuruh orang.

    Makanya kalau PNB belum bagus ya biar jangan ketahuan ketidakmampuan saya, maaf kalau ada konflik internal agak membantu saya sehingga saya tidak malu akan kemampuan saya.

    Saya akui saya tak mampu, tapi kan malu kalau mengakuinya, akhirnya ya lebih bagus ribut melulu dan kebetulan pak eben juga mau melayani saya.

  6. Fetua Lawelu Says:

    Pak Eben menurut saya mau melayani Ranto sekedar memberikan pelajaran bagi orang-orang yang punya mulut besar agar jangan ahõla-hõla mbawania ke orang. Ranto kan banyak Gambaohonya alias OMDOnya pantas saja Pilar Nias Barat menjadi organisasi WOYO-WOYO.

    Kenapa dari dulu Mustika Ranto tidak minta maaf kepada masyarakat Nias Barat. sebaiknya bubarkan saja tuh Pilar Nias Barat, karena malu-maluin. Baru punya Akta notaris palsu saja sudah gembor-gemborkan.

    Ngomong-ngomong bagaimana tuh nasib dana bantuan Nias Barat yang katanya Ranto mau usut sampai ke pengadilan. Kok kabarnya Adem-adem saja? jangan-jangan Ranto hanya nyebar Fitnah saja. Dasar lho…. manusia TAMAK di otakmu penuh iri hati, dengki. Apa itu sifat seorang Pendeta.

    Pak Eben…. jangan layani tuh si Ranto, ga level… biarkan saja dia menggonggong toh dia ibarat Tong Kosong nyaring bunyinya. jangan diajak-ajak lagi dia ke kumpunan Nias. Beberapa hari lalu saya lihat dia di Medan ikut Festifal Lagu Nias. Dia bangga2kan dirinya sudah luncurkan album baru. padahal album dia itu belum dibayar kepada Abineri Gulo sipencipta lagu.

  7. Mado Daeli Says:

    Lau bale mibahe mano khoda, na atage ami dania ba mibato. aefa da’o nano abolo zui ami ba mifuli mibahe….hehehe.

    Memang manusia kayak kalian itu perlu dilestarikan, karena jarang-jarang orang yang kayak kalian.

  8. Mado Gulo Says:

    Makanya bung, jangan berorganisasi kalau tidak mampu memimpin, emangnya memimpin organisasi sama dengan memimpin Perusahaan Peribadi atau memimpin sebuang sidang jemaat.

    Apalagi di Pilar Nias Barat ada sejumlah sosok yang sangat berpengalaman di organisasi baik ditingkat daerah maupun ditingkat Nasional. Senestinya Bung Ranto belajar dari mereka. Nama-nama mereka tidak usah disebut karena mereka sudah populer dikalangan masyarakat Nias dan Nasional.

    Cobalah rangkul mereka dengan baik, jangan ceritakan kehebatan Anda kepada mereka karena mereka akan tertawakan Anda dan andapun kebingungan menghadapi mereka. Semoga bung Ranto mau dengar nasehat saya ini. karena mendengar juga bagian dari ibadah. hahahaha

  9. George Bush Marundruri Says:

    Kalau mau bagus Pilar kalian itu ada aku kenal orang Hinako yang cukup mengerti berorganisasi yaitu Bapak Ir. Tiberius Zalukhu tinggal di daerah Bekasi.

    Bapak Mustika Ranto,kalau mau maju Pilar tolong didekati beliau dan belajarlah dari dia. tak ada ruginya belajar kok.

    Terima kasih

  10. lage Says:

    korupsi di nias cuma binahati yang tau menghentikannya, dan harus dimulai dari binahati baeha sendiri……

  11. santi Says:

    wah…payah..sesama orang nias koq saling menjelek-jelekkan.
    kami yang generasi muda ini jadi merasa pendapat orang tua dulu ada benarnya : “niha khoda na tenga la tuli’o yawa ba ladoni tou nawora”.
    bertobatlah!!!
    bagaimana nias bisa maju kalau kita saling sikut-sikutan.

  12. Yunus Dawolo Says:

    Luar biasa ya org bpk2 ngomongnya, kayak ank kecil ja.
    Kita bersyukur jika ada orang yang peduli dengan bangsanya sendiri dengan kekurangan dan kelebihannya, ada orang yang mampu dan luar biasa dalam memimpin organisasi tapi tak ada hatinya untuk memakai kelebihannya untuk kemajuan bangsanya..

    aku mohon kepada bapak2 yang terhormat untuk memikirkan Nias kedepan, di tangan orang bapak dibawa kemana Nias…membaca komentar-komentar orang bapak saja, saya jadi pesimis masa depan Nias itu ke arah yang lebih baik…

    Berilah teladan yang baik kepada kami- kami generasi muda ini..
    akhir kata berjuang terus untuk kemajuan Nias

    “Jesus Christ Love You all”
    “YA’AHOWU”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: