Pilar Nias Barat Terancam Bubar, Sejumlah Pengurus Mengundurkan Diri

11,April, 2008

Jakarta (PNB)

late1.jpgKemelut yang melanda tubuh organisasi Pilar Nias Barat pasca Musyawaran Nasional I (23/03/2008) di Jakarta tidak kunjung selesai. Berawal dari beredarnya SMS gelap tentang isu bagi-bagi uang kepada pendukung Ketua Umum Pilar Nias Barat terpilih yang kemudian berujung kepada laporan Polisi oleh salah seorang mantan pengurus BPP Pilar Nias Barat yang ditujukan kepada Ir. Mustika Ranto Gulo di Polda Metro Jaya dengan tuduhan dugaan perbuatan Fitnah dan pencemaran nama baik.

Menurut informasi dari Penyidik Polda Metro Jaya yang disampaikan kepada redaksi melalui telepon selular bahwa Ir. Mustika Ranto Gulo pada tanggal 09 April 2008 jam 10:00 WIB telah memenuhi panggilan pertama Polda Metro Jaya untuk diminta keterangan seputar dugaan Fitnah dan Pencemaran nama baik berdasarkan laporan korban Drs. Matias Daeli, namun karena sesuatu hal pemeriksaan diundur menjadi Tgl. 11 April 2008 hari Jumat ini. Polisi sebagai pengayom masyarakat sangat sungguh-sungguh menindaklanjutin setiap kasus yang telah dilaporkan kepada kepolisian demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga yang membutuhkan keadilan apalagi Undang-undang ITE telah diberlakukan oleh pemerintah. Sehingga SMS (Pesan singkat) telpon Selular dapat menjadi bukti hukum.

late2.jpgBelum selesai kemelut tersebut diatas DPP- Pilar Nias Barat kembali dikejutkan dengan pengunduran diri sejumlah Pengurus yang telah dicantumkan namanya sebagaimana telah diumumkan disalah satu webblog milik peribadi Ir. Mustika Ranto Gulo niasbarat.wordpress.com. Sebagian pengurus yang mengundurkan diri tersebut beralasan bahwa pencantuman nama mereka tidak mendapat konfirmasi sebelumnya dari DPP-PNB, asal main tulis saja padahal saya sama sekali tidak bersedia menjadi pengurus DPP-PNB ujar salah seorang ketua yang tidak mau disebut namanya. Itu bias-bisa nya Sekretaris Umum dan Ketua Umum saja. Kapan dan dimana juga mereka menghubungi saya, buat apa saya masuk Pilar Nias Barat kalau kemelut internalnya saja tidak bisa diselesaikan apalagi kalau berbicara tentang rakyat tegasnya kepada redaksi yang sengaja meminta namanya dirahasiakan.

Lain halnya dengan Ketua Lembaga Pemuda dan Olahraga Latteryan Alo’oa Hia, SH dengan sangat tegas menyatakan mundur dari Pilar Nias Barat setelah mempelajari dan melihat bahwa Pilar Nias Barat tidak mendapat respon positif dari masyarakat Nias Barat. Pengurus baru yang terpilih sama sekali tidak mampu merangkul dan menyatukan potensi-potensi SDM Nias Barat. Para pendiri Pilar saja berani mereka abaikan keberadaanya apalagi kita orang-orang yang baru diajak bergabung. Demikian disampaikan kepada redaksi yaahowu.com melalu telepon selularnya.

Latteryan Alo’oa Hia, SH yang sering disapa Latte kader muda Nias Barat alumni Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia menjelaskan alasan pengunduran dirinya bahwa ada 2 alasan mendasar saya mengundurkan diri dari Pilar yakni :

 

  1. Setelah mempelajari dan mengamati dengan seksama respon masyarakat Nias Barat terhadap DPP Pilar Nias Barat hasil Munas I sangatlah mengecewakan karena tidak mendapat respon positif bahkan sebagian besar masyarakat Nias Barat sangat antipati terhadap Pilar Nias Barat.
  1. Bahwa sebagaimana amanah Munas I Pilar Nias Barat bahwa ketua umum yang baru terpilih harus mampu merangkul seluruh potensi SDM Nias Barat terutama para penggagas dan pendiri-pendiri Pilar Nias Barat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka menjaga keharmonisan dan kekokohan Pilar Nias Barat sesuai dengan Slogan PNB “Kokoh karena bersatu untu maju”. Dalam hal ini Susunan pengurus yang diumumkan sama sekali tidak mencerminkan persatuan dan kesatuan diantara masyarakat Nias Barat. Dan kita dapat disebut sebagai pejuang yang melupakan sejarah perjuangan PNB sendiri.

Pilar Nias Barat hasil Munas I sama sekali tidak memiliki program kerja yang dapat diandalkan, ketua umumnya juga tidak visioner bahkan cenderung Pilar ini menjadi batu sandungan pada persatuan dan keutuhan masyarakat Nias Barat. Sebagai contoh sederhana Kasus kasus yang menimpa Ketua Umum PNB, seharusnya sebagai ketua Umum semestinya mampu meredam kasus tersebut. Hal lain yang menggelitik saya lagi adalah ketika Ketua Umum dan Sekretaris Umum diam-diam merubah AD/RT PNB tentang masa periode kepengurusan dimana AD/RT yang telah dinotariskan hanya 3 tahun masa periode kepengurusan, skarang diganti menjadi 5 tahun. Saya melihat motivasi tersebut agar Ketua Umumnya menjabat lama-lama. Sepertinya tidak konsisten dengan disiplin berorganisasi.

Saya menilai bahwa Ketua Umum Pilar Nias Barat sangat haus jabatan dan tidak punya kemampuan berorganisasi. Lain halnya dengan para Sesepuh Pilar lainnya yang juga telah menarik dukungannya terhadap Pilar. Program mereka sangat jelas dan dapat diterima semua pihak. Awalnya saya yakin dengan penampilan Ketua Umum yang menyampaikan Pidato pada Munas bahwa sangat berharga 1 jiwa putra Nias Barat kalau hilang dari Pilar, kenyataannya 90% Pendiri dan Para Penasehat meninggalkan Pilar. Inilah yang menjadi tanda Tanya besar bagi saya kenapa para pendiri itu meninggalkan Pilar Nias Barat yang notabene adalah buatan mereka sendiri. Itulah yang membuat saya sangat kecewa dengan DPP-PNB saat ini, dan tidak ada untungnya bagi saya untuk bertahan menjadi pengurus disana karena nuansa politisnya sangat tidak sehat. Dan Pilar Versi Munas I ini justru bisa menjadi penghalang pada proses pemekaran Nias Barat, coba lihat betapa senangnya Ketua Umum Pilar ketika membaca pemberitaan media tentang penundaan proses pemekaran baru-baru ini.

Ditempat terpisah Bapak Kasaro Daeli yang dihubungi oleh redaksi sangat menyesali pengunduran diri Latteryan Alo’oa Hia, SH sebagai ketua Lembaga Pemuda dan Olahraga. Bapak K.Daeli menilai bahwa Latte Hia itu salah satu kader muda yang sangat potensial kedepan sebagai calon-calon pemimpin di Nias Barat. Latte memang sangat jeli membaca situasi kemelut Pilar sehingga dengan bijaksana dia mengundurkan diri. Jarang ada pemuda yang berani seperti dia. Anak saya juga Tedy Bosginoto Daeli, S.Si namanya juga ditulis disana sebagai pengurus dan setelah saya konfirmasi Tedy berkata kalau itu tidak benar. Khusus keluarga besar SOHILI telah saya himbau kepada mereka untuk mempertimbangkan bergabung di Pilar mengingat Pilar yang sekarang sudah tidak lagi sesuai dengan visi misi awal pendiriannya. Demikian dikatakan Mantan Pembina Pilar yang juga dekalrator Pilar.

Panitia Munas I kembali di undang oleh DPP untuk membuat laporan Pertanggung Jawaban.

Mantan Sekretaris Panitia Munas I Pilar Nias Barat membenarkan kalau surat panggilan ke II telah diterima dari DPP-PNB tentang laporan pertanggung jawaban Panitia Munas I. Undangan ke II tersebut dilayangkan oleh DPP-PNB yang disertai dengan ancaman bahwa DPP-PNB akan menempuh jalur hokum bila undangan (panggilan) tersebut tidak diindahkan oleh Panitia.

Mantan Ketua Panitia Munas I Pilar Nias Barat Ir. Abisaloni Gulo, MM, menjelaskan kepada redaksi bahwa Panitia Munas telah menyampaikan laporan resminya kepada DPP-PNB yang disampaikan secara langsung oleh Bendahara Panitia Suriagu Daeli, SE yang sekarang menjabat sebagai Ketua Lembaga OTDA PNB. Laporan tertulis tersebut merupakan laporan resmi hasil rapat Pembubaran panitia yang dilaksanakan pada tanggal 29 Februari 2008 di Ondihon, Jl. Pramuka Jakarta Pusat. Kemudian disempurnakan pada tanggal 29 Maret 2008 di Slipi Jaya Mall hasil rapat Ketua, Seretaris, Bendahara dan disaksikan oleh Sekretaris Panitia SC Bapak Ebenezer Hia. Setelah ada kata sepakat maka Suriagu Daeli, SE dipercayakan mewakili Panitia untuk menyampiakan laporan tersebut.

Dalam laporan panitia tersebut menjelaskan bahwa dana panitia menjadi Minus karena anggaran belanja panitia sangat besar dan tidak cukup waktu untuk mencari sumber dana. Sehingga panitia harus meminjam dana segar kepada :

  • Ir. Mustika Ranto Gulo ————— Rp. 5.935.000,-
  • Ir. Abisaloni Gulo, MM ————- Rp. 2.550.000,-
  • Ir. Nefos Daeli, M.Kes ————— Rp. 756.000,- (Tiket Utusan Medan)
  • Ebenezer Hia ————————- Rp. 1.670.000,-
  • Suriagu Daeli, SE ——————— Rp. 500.000,-

Jumlah pinjaman panitia : Rp. 11.411.000,- (Sebelas juta empat ratus sebelas ribu rupiah,-)

Sebagaimana notulen rapat Panitia pada tanggal 21 Februari 2008 bahwa pinjaman dana yang diupayakan panitia dalam rangka mensukseskan MUNAS I tersebut harus dikembalikan kepada masing-masing yang meminjamkan uangnya paling lambat 30 hari kerja sejak tanggal 23 Februari 2008. Yang bertanggung jawab mengembalikan dana pinjaman tersebut adalah Pengurus DPP PNB periode 2008-2011 sebagai penanggung jawab organisasi. Ditambahkan oleh Bapak Ir. Abisaloni Gulo, bahwa seharus nya pengurus baru sudah harus melunasi utang PNB tersebut dan jangan sampai PNB tidak bertanggung jawab karena bias dianggap DPP-PNB melalaikan kewajibannya. (Wan Prestasi). Makanya aneh rasanya kalau DPP-PNB masih memanggil Panitia padahal rapat Pembubaran Panitia 29/02/2008 tersebut atas usul dan desakan ketua Umum PNB Ir. Mustika Ranto Gulo, walapun hari itu dia tidak hadir karena dengan alasan yang tidak jelas. Dan laporan pun telah disampaikan secara resmi oleh Panitia melalu Bendahara Panitia Suriagu Daeli, SE. Nah, aplagi masalahnya kenapa masih manggil-manggil Panitia, apakah Ranto tidak mengerti prosedur berorganisasi. Itulah resiko jadi ketua Umum, harus bias pasang badan untuk bayar utang-utang tersebut kalau tidak mau diseret ke jalur hukum oleh para pemilik uang. Bukan masalah besar kecil tapi niat baik itu, ujar Mantan ketua Panitia Munas I PNB.

Ketika diatanya komentarnya seputar pengunduran diri beberapa pengurus yang sempat namanya ditulis pada pengumuman susunan Pengurus PNB, Bapak Abisa Saloni yang lebih popular disapa Pak Loni mengatakan itu merupakan hak masing-masing pihak, barangkali mereka sudah mengetahui kalau pengurus DPP PNB sekarang tidak punya visi dan program yang jelas, dan mungkin juga karena PNB tidak mendapat respon positif dari masyarakat Nias Barat. Sangat diayangkan memang karena Ranto sebagai ketua Umum tidak mampu merangkul Potensi-potensi SDM Nias Barat, malah sebaliknya justru tidak memberi teladan yang baik. Lihat saja kasus nya dengan Bapak Matias Daeli dan beberapa orang-orang PNB yang kecewa bekerja sama dengannya.

 

Menanggapi komentar-komentar negative yang dialamatkan kepada Bapak Loni pasca Munas I, Bapak Loni manggap itu sebagai dinamika demokrasi, dan biarlah mereka mengatakan apa saja yang penting bukti dan kenyataanya sekarang bahwa PNB tidak lagi seperti visi awal pendiriannya. Mudah-mudahan DPP-PNB bisa memperbaiki dirinya ke depan dan mampu membangun citra positif kembali dengan program-program kerjanya yang masuk akal tidak asal-asalan dan dapat dipertanggung jawabkan dan jangan sampai PNB ini dicap sebagai organisasi WOYO-WOYO, sambil mengakhiri wawancara kami.

10 Responses to “Pilar Nias Barat Terancam Bubar, Sejumlah Pengurus Mengundurkan Diri”

  1. Turuna Gulo Says:

    Sulit sekali bagi kita menemukan organisasi Nias yang berumur panjang. Selalu diawal-awal berapi-api tetapi lama kelamaan lenyap ditelan waktu. Banyak juga organisasi Hao-hao atau WOYO-WOYO. Apakah Pilar Seperti itu. Silahkan jawab sendiri. Pokoknya memalukan deh.

    Saya sarankan untuk dibubarkan saja daripada menambah luka dihati orang.

    Turuna Gulo – Palembang

  2. Ir. Mustika Ranto Gulo Says:

    Saya Mustika Ranto Gulo, sudah memecat Latteryan Alo’oa Hia, SH sebagai Ketua Lembaga Pemuda dan Olahraga Pilar Nias Barat karena saya anggap dia sebagai orang pengecut dan saya tau dia sebagai pecundang.

    Saya mengakui kalau Pilar tidak mendapat dukungan masyarakat Nias Barat apalagi setelah beredar isu tentang suap pada Munas. Jujur saja uang saya sudah banyak diambil oleh kawan-kawan pengurus yang sekarang. Seperti Ama Tofer dan Ama Thomas (Suriagu Daeli). Dua hari sebelum Munas mereka ke Rumah saya dan meminta uang 5 jt untuk biaya orang-orang yg akan dibawa ke Munas untuk memilih saya.

    Sayang sekali Latte tidak mau diajak kompromi, saya kecewa sama Latte kalau memang Latte mundur, mundur sajalah ga usah pengaruh2in orang lain. Kalau Latte tidak mau, pulangkan uangku. jangan curang Latte

    Haeli benar saya sudah bantu mengurus pembelian rumahnya untuk dipakai tempat kebaktian, karena saya akan diangkat sebagai gembala sidang dan Haeli sudah janji kalau dia tunduk dibawah kendali saya. Kalau Haeli juga ikut-ikutan sama Latte maka saya tarik data-data perusahaan saya yang saya pinjamkan kepada dia. Haeli harus tau diri.

  3. Manotona waruwu Says:

    Apa hebatnya Mustika Ratu itu, mana mungkin bisa dia bantu pak pdt Haeli Hia, bohong tuh. gaji orang-orang yang pernah kerja sama dia saja tak pernah dibayarnya. Juga utang Pilar kepada Panitia munas yang minus dananya tak bisa ditanggulangi sama si Ranto.

    jadi tak mungkin dia bantu pak Haeli, Ranto itu tak ada uangnya, cuman janji-janji doang bisanya sama seperti sales itu lho.

    Saya kasihan sebenarnya sama Ranto, itu orang susah dia tapi ambisi biar populer kena batunya sekarang tak ada yang mau berkawan sama dia kecuali orang yang belum tau karakternya.

  4. Melati W Says:

    Bang Mano,

    Jangan heran kalo Om Ranto kayak gitu, Ponakannya saja ditipu ama dia. Mobil bokap teman gw dijual ama dia, padahal janjinya mau nyekolahin ponakannya itu. eh… malah diterlantarkan. tega bener ya si Om Ranto, penakan sendiri juga di boongin. Gimana tuh sedihnya keluarga Alm abangnya itu. kasihan deh.

    Biarlah Tuhan yang balas ama Om Ranto, suatu saat keadilan akan dinyatakan oleh Tuhan yang maha kuasa. Boleh-boleh saja skarang Om Ranto ngibulin orang dengan nyamar sebagai pendeta tp kelak pasti terima balasannya. Karma pasti deh berlaku baginya. Gw cuma saranin aja nih ama Om Haeli, pikir 1000x deh untuk ikut2an ama Om Ranto mendingan Om Hae ngurusin kerjaan di gereja aja, biar ga kena sialnya.

    Om Ranto, bertobat deh… kerajaan Allah sudah dekat, kembalilah ke jalan yg benar, berhenti nipu orang, penuhi janjimu biayai ponakanmu itu yg Om Ranto jual mobil ortunya. Gw doain semoga Om Ranto selamat dan mau bertobat.

    Terima kasih ya Redaksi, setidaknya komentar gw ini bisa mengobati luka dihati teman gw.

  5. Laaya Says:

    Saya dengar dari beberapa orang tentang Ranto jelek-jelekkan Bapak Nefos, Pak Loni, Pak Efendi dan Pak Eben. Katanya pengunduran diri Lathe itu dipengaruhi oleh orang-orang itu. Katanya orang itu busuk hatinya sama Ranto.

    Kok seorang Pendeta begitu ya, penuh dengan kedengkian dan fitnah, apa blm puas laporan polisi di polda itu. Apa perlu lagi dilaporkan kasus fitnah tambahan. Saya siap jadi saksinya dan Om saya Zega yg dengar langsung dari Mulut Ranto. Jangan jadi Pendeta deh kalo caranya picik. Hati-hati fitnah orang. Tapi kalau Ranto tidak bayar Gaji Pdt. Yoseti Gulo itu benar dan berani bersumpah untuk itu krn pak Yoseti sdh ketemu saya di Gereja.

  6. F Waruwu Says:

    Sdri Melati W emang iya ponakan Ranto cerita begitu ya, banyak orang sih mendengar selentingan bahwa Ranto menjanjikan akan bertanggung jawab menyekolahkan anak abangnya (abangnya telah almarhum) sehingga mobil milik abangnya itu diambil oleh Ranto.

    Buntutnya mobil dijual dan janji membiayai anak abang kandungnya tak pernah ditepati. Apakah ini orang baik atau apa terserah kepada pembaca.
    Tega nian dikau terhadap anak yatim dan anak abang kau pula.

    Semoga ada perubahan thdp orang ini.

    F Waruwu

  7. Goerge Goelo Says:

    Hallo semua, Ranto kembali menyebar gosip murahan seolah-olah dirinya mau dibunung, emamngnya siapa yg mau ngotorin tangannya membunuh seorang Ranto si penipu ulung. belagu di SMS orang dan menuduh orang-orang yang kalah jadi ketua Umum PNB.

    Semestinya Ranto tau diri lah ya.

  8. Faigiasa Bawamenewi Says:

    Lau bale mikila mano khoda, oroma ami ba tv haniha ami………

    gimana kabar otonomi daerah pemekaran Nias ????????

    >>>yaahowu Nias<<<<<<

  9. jv Says:

    Dari semua cerita di atas kami mengajak anda sekalian untuk menarik nafas dalam-dalam dan memikirkan hal-hal yang positif : membuat masa depan nias barat lebih baik ; dalam suatu perkumpulan biasa terjadi gesekan² sebagai bumbu organisasi (kalau itu menjadi kelemahan RANTO jadikanlah KELEMAHAN itu menjadi KEKUATAN untuk mencapai visi dan misi PILAR). kami menghimbau kpd para tokoh NISBAR +(para TOKOH pencetus PILAR) jangan biarkan beliau seperti itu, tapi MARI beri SARAN YG POSITIF, beri dukungan moriil, : INGATKAN JIKA DIA SALAH : PILAR kan punya kita semua, bukan milik orang lain !!. yahowu

  10. Johansen Says:

    wah kok jadi begitu ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: