Mendagri : Pemekaran Nias Sedang Diproses

18,Mei, 2008

GUNUNGSITOLI (PNB)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) H. Mardiyanto mengatakan, usul pemekaran tiga daerah otonom baru di Kepulauan Nias, sedang diproses.
Mardiyanto mengemukan itu menjawab wartawan di sela-sela peresmian kantor baru Bupati Nias di Desa Ononamolo, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Jumat (16/5).
“Saya meminta kepada DPRD untuk memberikan kesempatan kepada tim DPOD Depdagri untuk menyiapkan administrasi,’’ ujar Mardiyanto seraya meminta bersabar menunggu proses yang sedang dilaksanakan.

Mendagri juga mengemukakan, masalah pemekaran daerah di Indonesia cukup cepat. Dalam menyikapi pemekaran yang memang telah diamanatkan dalam undang-undang, Depdagri tidak bisa menghentikannya, melainkan menertibkan dan membenahi. Antara lain, melalui persyaratan-persyaratan.
“Artinya kalau suatu daerah dimekarkan dalam konteks untuk meningkatkan pelayanan publik dan mensejahterakan masyarakat tentu tidak kita larang,”ujarnya.
Namun, lanjutnya, bila tidak memenuhi syarat yang diatur dalam undang-undang, maka pihaknya meminta untuk tidak memaksakan pemekaran.

Mardiyanto lebih jauh menjelaskan, dalam upaya pembangunan daerah disediakan anggaran pembiayaan dan pemeliharaan. Pola yang digunakan untuk itu adalah sharing, artinya pembangunan tidak mungkin semua dibebankan penuh kepada daerah tetapi juga jangan menjadi beban pemerintah pusat semata.
Sebelumnya, Mendagri meresmikan gedung baru Kantor Bupati Nias ditandai dengan penandatangan prasasti dan pembukaan selubung papan nama.
Dalam kesempatan itu juga Mendagri meresmikan Pasar Modern Yaahowu di Kota Gunungsitoli serta menyaksikan penyerahan aset rehabilitasi dan rekonstruksi dari BRR Regional VI Nias kepada 7 instansi senilai Rp509 miliar.

Hadir pada serah terima aset dan peresmian gedung baru Kantor Bupati Nias serta Pasar Modern Yaahowu antara lain, yang mewakili Departemen Perhubungan, Departemen Pekerjaan Umum, Gubernur Sumatera Utara, Drs. Rudolf M. Pardede, Bupati Nias, Binahati B Baeha, SH, Bupati Nisel, Fahuwusa Laia, SH, Ketua DPRD Nias, M. Ingati Nazara, A.Md, Ketua TP PKK Kab. Nias, Ny. Lenny Baeha, Kepala Bapel BRR NAD-Nias, Kuntoro Mangkusubroto, Kepala BRR Regional VI Nias, William Sabandar serta unsur Muspida Kabupaten Nias.
Mardiyanto pada serah terima aset dan peresmian tersebut mengatakan, dengan gedung baru Kantor Bupati Nias diharapkan pelayanan aparatur pemerintah daerah terhadap masyarakat juga sebanding dengan megahnya fasilitas yang ada.

Dia juga menegaskan, membangun daerah tidak perlu struktur organisasi pemerintah daerah yang besar sehingga dapat membebani keuangan daerah. Sebaiknya pemerintah daerah dalam menyusun struktur oraganisasinya perlu menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Ke depan, harap Mardiyanto daripada membangun fasilitas kantor yang mewah lebih baik membangun dan memperkuat bidang perekonomian yang langsung dapat bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

Gubernur Sumatera Utara, Drs. Rudolf Pardede dalam sambutannya mengatakan, dibandingkan dengan kondisi Nias sebelumnya, saat ini banyak mengalami perubahan dan kemajuan walau harus diakui masih banyak yang perlu dibenahi.
Menjelang berakhirnya masa tugas BRR, Gubsu mengharapkan BRR dan Provinsi Sumatera Utara dapat bekerja sama sehingga dapat mempersiapkan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan secara berkelanjutan.

* Pemekaran Labuhan Batu Tunggu Hasil Pembahasan DPOD

Sementara itu, jadi tidaknya Kabupaten Labuhan Batu dimekarkan tahun ini, menunggu hasil pembahasan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD), karena seluruh persyaratan administrasi sudah diserahkan.
Hal itu dikatakan Ketua tim pemekaran Labuhan Batu Utara Drs Ali Tambunan kepada Analisa di kantor DPRD setempat.

Menurutnya, sewaktu tim observasi Mendagri turun ke daerah ini kita sudah selesaikan seluruh persyaratan, terakhir jaminan kabupaten induk membantu dana kepada kabupaten yang dimekarkan, hal ini sudah dipenuhi dengan jaminan Bupati HT Milwan dan Ketua DPRD Drs H.Abd Roni Harahap.
Sesuai dengan kesanggupan daerah, telah dialokasikan dana sebesar Rp20 milyar untuk tahun pertama kepada dua daerah yang dimekarkan. yakni, Labuhan Batu Utara dan Labuhan Batu Selatan, pada tahun kedua sebesar Rp10 miliar dan tahun ketiga juga Rp10 miliar dana itu sudah termasuk untuk pemilihan bupati, lanjut Ali Tambunan.
“Kita sudah laksanakan seluruh persyaratan yang diminta pemerintah pusat, tahapannya tinggal menunggu hasil pembahasan dari DPOD untuk diserahkan ke DPR RI, kalau sudah diserahkan maka tinggal menunggu rapat paripurna DPR RI untuk mengeluarkan perundangannya,” katanya.

Waktu ditanya seberapa besar peluang daerah ini dimekarkan, Ali yang baru kembali dari Jakarta itu mengatakan sesuai dengan informasi dari pihak DPOD dan DPR RI, pembahasan masalah pemekaran daerah mulai Bulan Mei hingga Agustus 2008.
“Kita optimis pemekaran Labuhan Batu dalam waktu dekat ini akan terwujud,insa Allah acara peringatan HUT RI 17 Agustus 2008 ini sudah diperingati di Kabupaten Labuhan Batu Utara dan Selatan dengan Irupnya pelaksana bupati,” lanjut Ali.

Hal senada dikatakan Ketua DPRD Labuhan Batu Drs Abd Roni Harahap sewaktu berbincang bincang dengan Analisa diruang kerjanya hari yang sama.
“Kalau daerah ini tidak jadi dimekarkan sayapun tidak tahu lagi di mana sangkutnya. Karena seluruh persyaratan sudah dipenuhi, daerah ini paling luas dan potensinya sangat besar, dibanding dengan daerah lain yang sudah terlebih dulu mekar kita lebih layak lagi,” ujarnya.

Namun menurut teman di Pokja DPR RI, mereka sudah mempersiapkan rapat paripurna membahas masalah pemekaran daerah ini, sangkutnya di DPOD, karena kalau DPOD belum menyerahkan rekomendasinya apa yang akan disidangkan mereka, lanjut Roni Ketua PPP Labuhan Batu itu.
“Menurut rencana minggu depan kami akan berangkat lagi ke Jakarta menanyakan sudah sejauh mana proses pemekaran ini, saya optimis dalam waktu dekat sudah diundangkan pemekaran daerah ini jadi tiga kabupaten,” tambah Roni.

4 Responses to “Mendagri : Pemekaran Nias Sedang Diproses”

  1. Kristov Zebua Says:

    Hayo….euy……kumaha damang…pangestu.
    Gimana para petinggi Nias apakah sudah maksimal lobby politik yang dilakukan ! Ingat kalau kita diam, maka tak akan ada orang yang menyodorkan dengan cuma-cuma. Kita harus merebutnya !

  2. daud samalazi Says:

    Setuju bang Zebua ! kerja keras dan kerjasama sangat perlu dibina dengan pihak manapun. Jangan menutup diri tapi bergaullah,oke…

  3. sujayansyah Says:

    ass.masyarakat labuhab batu, kami atas nama GEMASU cab Labuhan Batu, siap mendukung pemekaran labuhan Batu dan akan berupaya untuk membantu percepatan pemekaran tersebut, kepada Abangda ALi Tambunan, Abangda Roni Hrp, Abangda Daudsyah, dan Abangda Khairudinsyah, maju terus pantang mundur, kami siap membantu abang semua, mudah2 an Labuhan batu jaya,


  4. Kok Hx Labuhanbatu Yg Jaya…?
    Tidak Adil Di Negeri Ini Khusny Republik indonesia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: