Taroni Hia Tidak Diberi Kamar Khusus

19,Mei, 2008

(MEDAN) – Kepala Rumah Tahanan Tanjung Gusta Klas I Medan Amran Silalahi, SH mengatakan, penempatan Kadis Pendidikan Sumut Taroni Hia yang terlibat dugaan penyimpangan dana Ujian Nasional (UN) 2006-2007 senilai Rp 1,5 miliar sesuai sarana yang ada.

Amran menyampaikan hal itu kepada Waspada, Jumat (16/5), menanggapi pejabat itu ditempatkan di sel yang pernah dihuni Adelin Lis yang pernah tersangkut illegal logging.

Menurut Amran, Rutan Tanjung Gusta saat ini over kapasitas jadi tidak mungkin dia diberi kamar khusus.

Saat ini, lanjutnya, Taroni Hia berada di Blok G Kamar No.1 beserta Bendahara UN dan pimpinan CV Adelink, rekanan Disdik Sumut sebagai yang juga dijebloskan ke Rutan, Kamis (16/5).

Amran keberatan jika Taroni Hia dikatakan menempati sel yang pernah dihuni Adelin Lis.

2 Responses to “Taroni Hia Tidak Diberi Kamar Khusus”

  1. Sanyah Ndruru Says:

    Taroni Hia, Kadisdik sumut, wajar disiksa dan dihukum seumur hidup, karena dia tidak pernah merasakan penderitaan guru-guru di sekolah, kalau bisa Dinas pendidikan kabupaten, dinas pendidikan kecamatan juga diusut, seperti di Dinas pendidikan kecamatan Lolomatua kabupaten Nias selatan yang sampai saat ini, oknum kacabdis selalu memeras para kepala-kepala SD, dari segala dana yang diterima oleh kepala-kepala sekolah, seperti dana BOS, dana DAK dll. Para kepala sekolah selalu mendapat tekanan seperti diancam pindah atau dilengserkan dari jabatan sehingga aksi oknum kacabdidik Lolomatua dan kronik-kroniknya selalu merasa lega dan tak seorang pun para kepala sekolah itu yang berani buka mulut, takut hilang jabatan, terima kasih.

  2. Sanyah Ndruru Says:

    Itulah akhir serta penerapan dari pendidikan yang telah mereka terima dari bangku sekolah ada yang sudah Drs, Magister, Prof. SH, Haji, Dr, atau semua jabatan tapi akhirnya korupsi juga, maka siapapun harus vunis seumur hidup……………karena mereka tidak dapat memberikan teladan yang baik bagi generasi muda. Itulah akibat karena segala jabatan di Indonesia selalu dibeli dengan uang, seperti di PEMKAB Nias selatan, untuk mengejar jabatan atau status GBD,GBK, HONORER, di instansi manapun, harus sediakan uang puluhan juta rupiah, kapan majunya dan kapan selesainya korupsi di bumi Indonesia ini, sudah miskin tambah miskin, sudah kaya tambah kaya, Tuhanlah yang tau, kasian……..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: